Gorace merupakan komunitas briker mania dan sebagai organisasi kemasyarakatan yang bergerak di bidang media komunikasi sosial untuk menangani musibah atau bencana alam yang terjadi di daerah Sulawesi Tengah,Komunitas Gorace mulai terbentuk pada tanggal 27 Desember 2008 di Kota Palu Propinsi Sulawesi Tengah dan beralamatkan di Jalan Rajamoili II No.7b Telepon (0451) 452989.Komunitas Gorace berazaskan Pancasila dan UUD 1945,Frekuensi yang digunakan sampai saat ini adalah 143.120.0 Mhz guna menjalin komunikasi antar anggota yang masih bernaung di bawah RAPI ( Radio Antar Penduduk Indonesia),Banyak prestasi dari Komunitas Gorace yang pernah diraih dan membanggakan Sulawesi Tengah di ajang kompetisi nasional maupun daerah.Sehingga Organisasi ini dibentuk untuk mencari generasi muda yang berkreatif dan berkompetitif serta berjiwa sosial.

Rabu, 17 April 2013

Cara merawat Battery Handy Talky


HT, handheld transceiver, atau lebih akrab disebut handy talkie memerlukan sumber listrik yang utamanya berasal dari battery. Kali ini akan disajikan tips agar battery HT anda jadi awet dan optimal. Battery type Li-ion atau Lithium Ion. Battery ini adalah type yang terbaik saat ini, dengan keunggulan bobot yang ringan namun berdaya simpan besar, boleh dicharge kapanpun anda mau (perawatan sangat mudah), namun memiliki kekurangan yaitu tidak boleh dibiarkan habis total terlalu lama, karena akan memperpendek usia pakai battery. Agar optimal, hal-hal perlu diperhatikan adalah: 
  • Segera charge hingga penuh jika kapasitas battery tinggal 10% - 20 %. 
  • Hindari suhu yang terlalu panas (misalkan disimpan di dalam dashboard mobil), atau udara yang lembab.
  • Hindari overcharge (maksimum 4 jam, normal 2 - 3 jam sudah penuh sesuai indikator full pada charger atau HT) 
  • Hindari charger dalam kondisi HT on, jika terpaksa harus on, jangan gunakan untuk transmit. Battery type NiMH atau Nickel Metal Hydride. Battery ini sedikit lebih berat daripada Li-ion, daya simpan hampir sama dengan Li-ion, boleh dicharge kapanpun, namun kebalikan dengan Li-ion, untuk waktu tertentu,misalnya sebulan sekali,battery NIMH justru harus dikuras habis, dan segera diisi kembali hingga penuh untuk mengembalikan performa seperti baru.                                                              
  1. Berikut hal-hal yang harus diperhatikan: 
  • Lakukan discharge (menguras habis daya battery) secara berkala. Saya biasa menggunakan lampu senter kecil 6V sebagai cara menghabiskan daya battery hingga benar-benar tidak bisa menyala lagi, baru kemudian dicharge hingga penuh. 
  • Hindari suhu yang terlalu panas (misalkan disimpan di dalam dashboard mobil), atau udara yang lembab
  • Hindari overcharge (tergantung jenis charger, ada yang slow charger sekitar 6-8 jam, ada yang fast charger sekitar 2-3 jam, sesuai dengan indikator full pada charger atau HT. 
  • Hindari charger dalam kondisi HT on, jika terpaksa harus on, jangan gunakan untuk transmit. Battery type NiCad atau NiCd. Ini adalah battery jenis paling kuno, harga paling murah, paling cepat habis, usia pakai paling pendek, bobot paling berat dan besar, dan limbahnya berbahaya beracun bagi lingkungan karena mengandung unsur cadmium, oleh karena itu dilarang keras membuang sisa battery ini ke tempat pembuangan sampah, atau dibakar, karena pasti akan meracuni tanah dan air disekitarnya. Sangat disarankan jika battery NiCad anda habis, gantilah dengan battery NiMH atau Li-ion agar pemakaian HT optimal dan menjaga lingkungan.
  • Hanya boleh charge battery ini jika benar-benar habis, jika masih ada sisa daya di battery akan menyebabkan memory effect, dimana pada charge berikutnya tidak akan bisa penuh, sekalipun indikator charger terlihat full. Semakin banyak memory effect, jarak waktu antara charge dan charger berikutnya akan semakin pendek.
  • Hindari suhu yang terlalu panas (misalkan disimpan di dalam dashboard mobil), atau udara yang lembab 
  • Hindari overcharge (normal 7 - 8 jam sudah penuh sesuai indikator full pada charger atau HT) 
  • Hindari charger dalam kondisi HT on, jika terpaksa harus on, jangan gunakan untuk transmit. 
  • Hindari membuang battery ini ke tempat sampah atau dibakar. Simpan dan buang di tempat pembuangan khusus (recycle). Battery Case Pasti ada di antara anda yang memiliki HT dengan battery case, yaitu casing battery yang bisa diisi battery ukuran AAA, biasanya diisi batery biasa, alkaline atau battery rechargeable (battery yang bisa dicharge). Battery case ini sangat praktis, karena cukup membawa cadangan battery yang bisa dibeli di warung/ minimarket, maka bisa bertahan berhari-hari di area yang jauh dari sumber kelistrikan PLN, misalnya ketika naik gunung atau camping, atau kegiatan search & rescue/ darurat bencana. 

Di samping battery lithium-ion bawaan dari HT, saya membeli aksesoris battery case dan stok battery alkaline yang cukup untuk 3 hari, kurang lebih 4x pengisian battery, sebagai cadangan darurat tatkala dibutuhkan komunikasi radio namun tidak tersedia catu daya PLN untuk charging battery. 
  • Jika tidak dipakai dalam jangka waktu lama, lepaskan battery dari case untuk menghindari kebocoran daya battery.
  • Simpanlah battery case dan battery-nya di dalam plastik yg bisa dirapatkan agar aman dari kelembaban udara. Boleh juga melapisi kutub-kutub di baterry case dengan sedikit grease untuk mencegah udara yang mengandung air menempel di logam dan menyebabkan korosi karat.
  • HT memerlukan daya yang cukup besar, utamanya jika sering dipakai transmit, oleh sebab itu disarankan memakai battery alkaline yang tahan lama. Belilah battery dalam jumlah lebih banyak sebagai cadangan darurat, dan simpan di tempat yang mudah dicapai jika terjadi bencana alam (gempa/ banjir/ kebakaran) Demikian tips agar battery anda tahan lebih lama sehingga menghemat pengeluaran anda.

0 komentar:

Poskan Komentar

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More